Categories
Uncategorized

Jengkol Budidayanya

Jengkol atau jering adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia, Myanmar, dan Thailand. Masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai bahan pangan. Termasuk suku polong-polongan. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua.(Wiki)

Cara Menanam Jengkol Agar Cepat Tumbuh

Meskipun ini mempunyai banyak sekali manfaat yang berguna bagi tubuh, namun ternyata tidak semua orang menyukai jengkol. Terdapat beberapa banyak orang yang tidak menyukai tanaman yang satu ini karena efek bau yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi Jengkol.

Memang tidak mempunyai bau akan tetapi sudah mengkonsumsinya maka efek bau tersebut pun akan mulai bermunculan dari tubuh anda, terutama dari bau mulut, keringat, dan bahkan pada urine.

Terlepas dari semua efek negatifnya, Berikut ini adalah beberapa kandungan yang terdapat di dalam buah tersebut yang sangat berguna terhadap tubuh akan tetapi tidak banyak diketahui oleh orang:

  • Kandungan asam dan mineral yang terdapat di dalam jengkol akan mencegah seseorang terkena diabetes atau kencing manis.
  • Khasiat ddiuretic, jengkol juga dapat membantu dalam melancarkan pembuangan urine serta bab. Tentunya hasiat ini akan sangat berguna dan juga bermanfaat bagi Anda yang sering mengalami susah ketika bab serta melangsingkan perut.

Pada beberapa daerah, jengkol dikenal dengan nama jering atau yang mempunyai nama latin yaitu Archidendrin Pauciflorumyang merupakan salah satu dari jenis tanaman yang bisa dengan mudah untuk dijumpai di hutan hutan yang terdapat di Indonesia titik salah satu dari penyebabnya adalah karena pohon jengkol merupakan salah satu jenis pohon yang dapat tumbuh pada iklim tropis. Karena sangat mudah untuk ditemui inilah, maka jarang ada orang yang membudidayakannya.

jengkol

Jengkol termasuk kedalam bahan makanan yang mempunyai harga yang cukup tinggi titik bahkan ketika permintaan akan jangkauan sedang tinggi maka harga jengkol tersebut dapat ikut meninggi Hal tersebut dikarenakan ketersediaan barang yang terbatas.

Bibit Jengkol

Anda dapat memperoleh bibit jengkol dengan dua cara, yaitu antara lain dengan menggunakan cara vegetatif dan secara generatif. Cara generatif merupakan cara yang dapat anda lakukan yaitu dengan menanam pohon jengkol mulai dari bijinya. Sedangkan untuk cara vegetatif yaitu cara yang dapat anda lakukan dengan menanam pohon jengkol melalui cara okulasi atau menempel. Akan tetapi meskipun terdiri atas dua cara, terdapat beberapa hal yang harus anda perhatikan pada awal yaitu adalah pohon indukan .

pastikan bahwa pohon indukan yang Anda pilih bijinya diambil atau yang akan dicangkok merupakan pohon indukan yang berkualitas dan juga mempunyai buah yang banyak. Hal ini dengan tujuan agar dapat mempunyai sifat yang sama yang diharapkan akan menurun pada bibit yang akan anda tanam nantinya.

Baca Juga disini

Penyemaian Bibit Jengkol

Jika anda telah memperoleh bibit dari pohon yang berkualitas, maka Berikut ini adalah cara dalam menanam jengkol secara generatif dan juga vegetatif:

Secara Generatif

Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya jengkol merupakan biji yang dapat ditanam . akan tetapi tidak semua biji jengkol bisa ditanam titik hanya biji jengkol yang telah mempunyai usia yang sudah tua saja yang dapat ditanam serta Salah satu ciri dari biji jengkol yang sudah tua yaitu adalah biji yang jatuh dari pohon dengan sendirinya. Apabila Anda ingin menanam jengkol dengan biji maka Berikut ini adalah cara yang bisa anda lakukan:

  • Persiapkan polybag, polemik adalah salah satu media semai yang paling umum digunakan oleh banyak petani atau banyak orang. Selain polybag mudah untuk diperoleh, harga yang ditawarkan pun cukup murah sehingga menjadikan polibag ini sebagai salah satu media tanam yang paling banyak diminati.
  • Persiapkan media tanam, Sedangkan untuk media tanam yang sendiri Anda dapat memakai tanah yang gembur dengan campuran pupuk kandang sebagai pupuk dasar nya dalam perbandingan 1 banding 1 yang mengisi seluruh bagian polybag.
  • Kemudian masukkan biji jengkol tersebut ke dalam media semai ke dalam beberapa cm.
  • siram dengan air secara berkala.
  • sesudah dua minggu ditanam, maka biasanya biji jengkol tersebut akan mulai mengeluarkan akar serta tunas yang mulai keluar ke permukaan tanah.
  • Apabila dirasakan sudah cukup besar maka anda bisa memindahkan Tunas tersebut ke lahan yang lebih luas supaya dapat tumbuh dengan maksimal.

Secara Vegetatif

Anda juga dapat melakukannya dengan cara vegetatif yaitu dengan cara menempel atau okulasi . dibandingkan dengan cara yang sebelumnya cara yang berikut ini sedikit lebih rumit dikarenakan memerlukan buah bibit pohon jengkol yang telah tumbuh . berikut ini adalah perlengkapan dan juga cara yang dapat dijadikan sebagai panduan anda dalam menanam jengkol:

  • Selain bibit, yang perlu Anda siapkan adalah Silet atau cutter yang masih bersih dan juga plastik pengikat. Silet atau cutter yang bersih merupakan peralatan yang vital. Perlu diingat bahwa jangan sampai menggunakan Silet atau cutter yang kotor karena dikhawatirkan akan menyebarkan penyakit ke tanaman.
  • Dengan memakai Silet atau cutter, lalu kupas kulit bibit pohon yang akan diokulasi tersebut. Kemudian lakukanlah hal yang sama terhadap bibit dari pohon indukan. usahakan agar ukuran sayatan pada kedua bibit sama.
  • Kemudian tempelkan sayatan batang tersebut dari bibit pohon indukan ke bibit pohon yang sedang disemai.
  • Supaya tidak terlepas, maka sayatan tersebut harus diberi plastik pengikat.
  • Siram secara teratur.
  • Sesudah 3 sampai 4 Minggu, maka lepaskan ikatan plastik yang mengikat pada tempelan batang kemudian gores sedikit pada bagian yang ditempel. Apabila bekas goresan tersebut berwarna hijau, hal itu menandakan bahwa okulasi yang anda lakukan telah berhasil. Akan tetapi apabila goresan tersebut berwarna coklat bahkan hitam itu menunjukkan bahwa okulasi yang anda lakukan gagal
  • Apabila okulasi tersebut berhasil, maka akan muncul tunas yang baru yang terdapat pada bagian batang yang sudah ditempel. Kalau sudah begitu, maka anda dapat memotong daun dan juga batang pada bagian atas bibit tersebut sehingga hanya menyisakan Tunas tadi.
  • Apabila Tunas Sudah tumbuh semakin besar, maka bibit dapat dengan segera dipindahkan pada lahan yang lebih luas supaya dapat tumbuh secara maksimal.

Sumber:
– https://www.teknikbudidaya.com/panduan-lengkap-cara-mena-nam-jengkol-agar-cepat-tumbuh/

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to BLOG MAHASISSWA UNIVERSITAS MEDAN AREA. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!